DENPASAR, KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan meningkatkan status Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar menjadi Institut Seni Budaya Indonesia. Rektor ISI Denpasar Prof Dr I Wayan Rai S.MA, di Denpasar, Rabu (25/7/2012), mengatakan, peningkatan status ini bersamaan dengan empat lembaga pendidikan seni lainnya.
"Rencana meningkatkan status ISI Denpasar itu dilakukan bersamaan dengan empat lembaga pendidikan tinggi seni lainnya yang ada di Tanah Air," kata Wayan Rai.
Ia mengatakan, ISI Denpasar telah memenuhi dan melakukan berbagai persyaratan yang ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk ditingkatkan statusnya menjadi ISBI.
"Berbagai persyaratan itu antara lain menyangkut SDM tenaga pengajar, fasilitas pendukung, dan berbagai persyaratan lainnya. Namun, semuanya itu kini dalam pembahasan di Kementerian Pendidikan dan Kebuayaan," ujarnya.
Wayan Rai menjelaskan, dengan peningkatan status ISI menjadi ISBI Denpasar, maka akan terbuka kemungkinan untuk menambah satu fakultas menyangkut ilmu kebudayaan. Payung hukumnya pun menjadi semakin luas. Selama ini, ISI Denpasar mengembangkan program studi menyangkut tabuh, tari, serta seni rupa dan desain.
ISI Denpasar sendiri merupakan cikal bakal dari Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI), yang kemudian berubah status menjadi Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) dan sekarang menjadi ISI. Lembaga pendidikan tinggi seni tersebut memiliki potensi besar dalam pengembangan, pelestarian tabuh, tari dan budaya Bali.
"Potensi tersebut menjadi modal dan kekuatan untuk memenangkan setiap persaingan yang semakin ketat di era global," kata Wayan Rai.
Editor :
Inggried Dwi Wedhaswary
0 komentar:
Posting Komentar