JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 21 guru dari desa-desa terpencil yang mengikuti program Terbang Bersama Guru Terpencil 2012 belajar jurnalisme televisi di SCTV Jakarta, Sabtu (7/7/2012). Selama dua jam, para guru mendapatkan penjelasan mengenai profesi wartawan, editor, bentuk-bentuk berita, dan informasi lain seputar dunia penyiaran.
Para guru diterima Redaktur Eksekutif Liputan 6, Raymond Kaya , dan Kepala Peliputan Liputan 6, Abbas Yahyat, di ruang redaksi.
Staf Khusus Komunikasi dan Media Kemdikbud, Sukemi, menyampaikan harapan besarnya kepada para guru usai kunjungan."Mudah-mudahan setelah kunjungan ini, bapak dan ibu bisa lebih semangat bekerja karena mendapatkan informasi yang baru secara langsung, dan dapat ditularkan informasi itu kepada murid-murid," ujar Sukemi.
Program untuk guru honorer daerah terpencil ini diawali pada 3 Juli lalu, dengan menerima pelatihan kedirgantaraan.
Saris Banani, seorang guru terpencil dari SMP Negeri 2 Fatuleu Tengah, Nusa Tenggara Timur, menyampaikan antusiasmenya ketika mengunjungi studio Liputan 6 SCTV. " Ini pakai pengalaman ke studio SCTV, pasti dapat lebih meningkatkan kinerja mengajar. Pengalaman ini untuk diceritakan kepada anak-anak murid," ujar Fatuleu.
0 komentar:
Posting Komentar