Jakarta (ANTARA News) - Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (Gemasaba) menilai nilai-nilai ideologi di kalangan mahasiswa saat ini sudah semakin meluntur sehingga perlu dilakukan otokritik atas gerakan mahasiswa.
"Gemasaba sebagai kader muda NU dan PKB merasa miris melihat gerakan mahasiswa mulai kehilangan idelogi. Apalagi kita sebagai kader muda NU merasa bertanggungjawab dan perlu menyebarkan tradisi gerakan mahasiswa yang berwawasan dakwah," ujar Ketua Umum Gemasaba, Ghozali Munir, di Jakarta, Minggu.
Dikemukakannya bahwa sebagai kader muda NU dan PKB, Gemasaba tidak boleh kalah dengan ideologi gerakan mahasiswa islam yang lainnya.
Lebih lanjut dikemukakannya bahwa organisasi sayap kemahasiswaan PKB itu sudah memiliki ideologi gerakan yang jelas yaitu ahlussunah wal jamaah (Aswaja).
Untuk itu, ia menambahkan, Gemasaba siap mengawal tradisi gerakan mahasiswa yang berbasis dakwah. "Kami tidak boleh kalah dengan yang lainnya. Ideologi kita sudah jelas dan kita akan membumikan ideologi ini keseluruh mahasiswa," ujarnya.
Sementara itu Wakil Sekjen PBNU Imdadun Rahmat mengatakan bahwa gerakan mahasiswa sudah saatnya kembali pada tradisi-tradisi yang berwawasan idelogi dan religi.
Imdadun mengharapkan, gerakan Mahasiswa harus mulai berperan nyata di masyarakat dan tidak sekadar memiliki wawasan intelektual saja tetapi juga sisi religiusnya juga harus diperkuat.
"Gemasaba sebagai kader muda NU dan PKB harus kembali pada tradisi-tradisi orang tua yaitu tradisi ahlussunah wal jamaah. Karena dengan nilai-nilai itu kami dapat membentengi diri dari perilaku-perilaku yang menimpang dan tidak sesuai dengan nilai-nilai ahlussunah," ujarnya.
Sedangkan, menurut Ketua Fraksi PKB DPR Marwan Jafar, gerakan mahasiswa saat ini telah mengalami degradasi, fragmentasi dan kemudian perpecahan dimana-mana.
Dikemukakannya bahwa sisi militansi, gerakan intelektualitas dan sisi kepedulian terhadap masyarakat mulai meluntur sehingga jargon "agent of change" tidak selaras lagi dengan gerakan mahasiswa sekarang.
(ANT)
0 komentar:
Posting Komentar