Krabi, KompasOtomotif - Ford Motor Indonesia (FMI) tidak memasarkan varian diesel untuk Focus generasi ketiga. "Untuk model baru ini kita hanya fokus menjual varian mesin bensin," jelas Bagus Susanto, Managing Director FMI usai acara Deep Dive, di Krabi, Thailand, kemarin (9/7). Menurutnya, perhatian pasar saat ini lebih kepada efisiensi bahan bakar. Kondisi ini terpenuhi pada jantung pacu Duratec Ti-VCT Gasoline Direct injection (GDi).
Padahal, ketika Focus generasi kedua - FMI menjual varian diesel yang mengadopsi tipe 4 silinder, Duratorq Turbo Diesel Commonrail Direct injection (TDCi), berkapasitas 2.0 liter. Peminum bio diesel tersebut mampu menyemburkan tenaga hingga 136 PS.
Kendati demikian, Ford Motor Company (FMC) tidak menghapus varian diesel secara global. "Memang untuk ASEAN tidak menjual versi diesel. Tapi konsumen tidak perlu khawatir karena tenaga dan konsumsi bahan bakarnya hampir mirip dengan diesel. Sementara untuk pasar Australia dan Eropa kami tetap menjual diesel karena memang pasar di sana cukup besar," papar Jon Buttress, C-cars Segment Chief, Ford Asia Pasific and Africa, di sela - sela acara Deep Dive. Lagipula menurut Jon dan Bagus, teknologi yang ada di versi diesel cukup mahal dan bakal mempengaruhi harga jual untuk kawasan ASEAN.
Mesin diesel yang dipasang pada Focus terbaru tersebut menggunakan tipe serupa dengan sebelumnya. Hanya, tersedia 2 pilihan kapasitas 1.6 dan 2.0 liter dan tetap memakai teknologi TDCi.
0 komentar:
Posting Komentar