Jakarta, KompasOtomotif - Karena baru diterapkan pertengahan Juni lalu, sebagian para pelaku bisnis otomotif baru bisa melihat dampak uang muka (DP) minimal 30 persen pada akhir bulan ini. Hal itu dikemukakan oleh Rizwan Alamsjah, di sela-sela test drive Outlander Sport minggu lalu di Pusat Pelatihan Multifungsi Polisi di Cikeas, Bogor, Jawa Barat.
Padahal, sebelum kebijakan tersebut diterapkan, para pelaku bisnis otomotif di Indonesia, baik dari anggota GAIKINDO (mobil dan kendaraan roda empat lebih) maupun AISI (sepeda motor), sudah banyak yang mengeluh dan pesimistis dengan target yang telah ditentukan awal tahun.
"Sampai saat ini, kita belum melihat pengaruh yang berarti. Bagi Mitsubishi tidak banyak dampaknya karena sebagian besar produk yang dijual kelas menengah ke atas, khususnya kendaraan penumpang. Kalau ada yang terpengaruh, paling besar adalah L300," jelas Ridzwan. L300 adalah salah satu kendaraan kecil komersial yang banyak digunakan sebagai angkutan barang dan merupakan salah satu andalan Mitbusihi di Indonesia.
Untuk kategori lain, termasuk truk ringan yang dikuasai oleh Mitsubishi, yaitu Colt Diesel, menurut Ridwan tidak banyak terpengaruh. Diakui, meski ada sebagian pelaku bisnis otomotif sudah mengeluh akibat kebijakan DP 30 persen, namun Bank Indonesia minta jalan terus. "Mereka ingin melihat dulu. Bisa jadi, kalau pengaruhnya besar, kebijakan tersebut ditinjau ulang," jelas Rizwan mengutip penjelasan dari BI tersebut.

"Sampai saat ini, kita belum melihat pengaruh yang berarti. Bagi Mitsubishi tidak banyak dampaknya karena sebagian besar produk yang dijual kelas menengah ke atas, khususnya kendaraan penumpang. Kalau ada yang terpengaruh, paling besar adalah L300," jelas Ridzwan

0 komentar:
Posting Komentar