MALANG, KOMPAS.com - Puluhan calon mahasiswa dari penyandang disabilitas mengikuti tes wawancara di Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur, Rabu (4/7/2012). Kuota yang disediakan dalam program pertama kali di Unibraw ini adalah sebanyak 20 kursi.
Pelaksanaan tes akhir adalah tes wawancara yang bertujuan untuk menggali lebih dalam tentang potensi calon mahasiswa. Sebab para calon mahasiswa, akan diarahkan untuk mampu menyesuaikan kondisi mereka dengan program studi yang akan dipilihnya.
"Mereka diberi kesempatan untuk memilih sebanyak tiga pilihan jurusan yang mereka minati. Mereka tetap diseleksi secara maksimal agar mereka dapat melaksanakan proses belajar mengajar secara maksimal pada saat proses perkuliahan berlangsung," jelas Slamet Tohari, salah satu tim seleksi, Rabu (4/7/2012).
Penyediaan kuota bagi program disable itu merupakan salah satu bentuk kongkrit soal keadilan dalam mendapatkan pendidikan. Pasalnya, saat ini teknologi telah menyediakan banyak sekali perangkat yang dapat membantu para penyandang disabilitas untuk meneruskan kuliahnya ke pendidikan tinggi. "Kita tetap melakukan proses seleksi agar dapat menempatkan pada jurusan yang sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing," ujarnya.
Pihak Unibraw dan para dosen, kata Slamet, tak ingin para mahasiswa disable justru mendapat kesulitan pada saat perkuliahan digelar. Karenanya, mereka harus menjalankan tes wawancara sebelum perkuliahan dimulai.
Sementara itu, Yohana Febianti, salah satu calon mahasiswa mengaku bangga bisa berkuliah layaknya orang normal lainnya. "Saya sangat bangga dan gembira dapat mengikuti seleksi. Walau saya menyandang tuna netra," katanya.
Yohana mengaku, dirinya tak akan menyia-nyiakan peluang tersebut. "Saya akan belajar lebih dalam sastra Jepang dan sastra Inggris. Saya akan terus belajar mengejar cita-cita saya itu," katanya.
Hal senada juga diakui Muhammad Reza, alumni MAN 2 Kediri. Meskipun menyandang tuna daksa, reza bertekad terus menjaga cita-citanya untuk menjadi pengajar pada sastra Inggris. "Makanya saya memilih jurusan Sastra Inggris," kata Reza.
Editor :
Glori K. Wadrianto
0 komentar:
Posting Komentar