Home » » Belajar Budaya dari Rekan Sekamar di Asrama

Belajar Budaya dari Rekan Sekamar di Asrama

Written By Dino Cerata on Kamis, 05 Juli 2012 | 19.08

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Belajar Budaya dari Rekan Sekamar di Asrama
Jul 6th 2012, 02:08

Belajar Budaya dari Rekan Sekamar di Asrama

Penulis : M Latief | Jumat, 6 Juli 2012 | 08:41 WIB

M Latief/KOMPAS.com AP House atau asrama mahasiswa Ritsumeikan APU yang diperuntukkan bagi mahasiswa di tahun pertama kuliah. Di sini, dengan pengawasan ketat dari pengelola, terutama di sharing room, mahasiswa akan sekamar dengan mahasiswa Jepang.

M Latief/KOMPAS.com AP House atau asrama mahasiswa Ritsumeikan APU yang diperuntukkan bagi mahasiswa di tahun pertama kuliah. Di sini, dengan pengawasan ketat dari pengelola, terutama di sharing room, mahasiswa akan sekamar dengan mahasiswa Jepang.

M Latief/KOMPAS.com AP House atau asrama mahasiswa Ritsumeikan APU yang diperuntukkan bagi mahasiswa di tahun pertama kuliah. Di sini, dengan pengawasan ketat dari pengelola, terutama di sharing room, mahasiswa akan sekamar dengan mahasiswa Jepang.

Foto:

KOMPAS.com - Jangan anggap remeh tawaran menghuni asrama (dormitory), terutama ketika studi di luar negeri. Di Jepang, khususnya di Ritsumeikan Asia Pacific University (APU), Beppu, menghuni asrama bersama satu kamar dengan mahasiswa internasional ternyata banyak manfaatnya. Apa saja?

AP House atau asrama mahasiswa Ritsumeikan APU yang diperuntukkan bagi mahasiswa di tahun pertama kuliah. Di sini, dengan pengawasan ketat dari pengelola, terutama di sharing room, mahasiswa akan sekamar dengan mahasiswa Jepang. Mereka akan hidup bersama, makan bersama, serta belajar bersama, terutama tentang budaya Jepang. Berikut tiga hal bermanfaat yang pertama kali bisa kita dapatkan ketika menghuni asrama kampus:

Bahasa

Belajar bahasa Jepang secara langsung dan intensif, meski bukan dalam bentuk formal bisa didapatkan dari teman sekamar. Kebiasaan-kebiasaan berbahasa anak muda atau "bahasa gaul" juga bisa dipelajari dengan roommate kita. Kesalahan berbahasa, baik di kelas maupun pergaulan tentu bisa langsung diperbaiki dengan teman sekamar kita ini.

Makanan

"Gagap budaya" ketika pertama kali menginjakkan kaki di Jepang tentu ada, meskipun jangka waktunya berbeda-beda pada setiap orang. Mereka yang mudah beradaptasi tentu bukan masalah. Sebaliknya, mahasiswa/mahasiswi yang sulit menyesuaikan diri soal pilihan makanan tentu jadi masalah.

Untuk itu, kebiasaan atau budaya makan ala Jepang bisa langsung didapatkan dari teman sekamar. Apalagi, jika hal itu berhubungan dengan alergi makanan, haram atau halal, dan sebagainya, tentu rekan sekamar kita ini lebih tahu mana yang cocok untuk kita.

Pergaulan

Bagaimana cara menyapa atau menjawab sapaan yang sopan sesuai adat istiadat di Jepang? Bagaimana adab bertamu atau memberi hadiah kepada teman di Jepang?

Rekan sekamar tentu bisa mencarikan jawabannya secara langsung. Sebutlah, perkenalan kita dengan teman-teman roommate kita yang juga dari Jepang ini perlahan akan membawa wawasan pergaulan baru untuk kita. Kecanggungan bergaul pun menjadi pelajaran berharga asalkan kita sudah tahu caranya yang tepat lewat transfer ilmu bergaul dari rekan sekamar kita ini.

Editor :

Inggried Dwi Wedhaswary

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger