Home » » Shirley, Hewan Berkantung Paling Besar di Dunia

Shirley, Hewan Berkantung Paling Besar di Dunia

Written By Dino Cerata on Senin, 17 September 2012 | 04.36

KOMPAS.com - Sains
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Shirley, Hewan Berkantung Paling Besar di Dunia
Sep 17th 2012, 11:36

Shirley, Hewan Berkantung Paling Besar di Dunia

Penulis : Anmaria Redi Pinta Dasyanti | Senin, 17 September 2012 | 18:12 WIB

Dibaca:

Diprotodon.

KOMPAS.com - Fosil yang baru ditemukan ini diperkirakan berasal dari hewan yang serupa wombat, salah satu jenis hewan berkantung di Australia. Tetapi yang membuatnya unik adalah karena wombat raksasa atau Diprotodon itu ukurannya yang sangat besar.

Hewan yang diperkirakan hidup 2,5 juta tahun yang lalu itu diperkirakan seukuran gajah. Dengan ditemukannya fosil ini, para ilmuwan percaya bahwa inilah hewan berkantung terbesar yang pernah hidup di dunia.

Adapun fosil dari makhluk yang memiliki berat sekitar tiga ton ini ditemukan di sebuah peternakan yang terletak di wilayah teritorial bagian utara Australia, Agustus 2012 yang lalu.

Tim penemu dari Australia kemudian menamai hewan purba ini dengan sebutan Shirley. Dari kerangka yang ditemukan, tengkoraknya tidak ditemukan, namun mereka menemukan beberapa ruas tulang yang tersisa seperti tulang rusuk, pinggul, tulang belakang, dan kaki bagian belakang.

Pemilik peternakan yang menemukan fosil ini sudah melaporkan temuannya ini ke Museum of Central Australia. Tulang-tulang yang ditemukan ini diharapkan mampu memberikan jawaban mengenai misteri hilangnya makhluk purba ini, apakah karena kepunahan secara alami, atau karena hewan ini diburu dan dibunuh oleh manusia purba.

"Kami semua berharap temuan tersebut mengindikasikan adanya interaksi megafauna dan manusia. Tetapi, saya belum bisa mengungkapkannya sekarang," ujar Adam Yates, ilmuwan dari Territority Museum:

Ia mengatakan, ada beberapa kemungkinan tanda-tanda interaksi wombat raksasa dengan manusia seperti bekas pemotongan gigi, namun ia belum bisa memastikannya.

"Ini sangat mengagumkan karena sebelumnya belum pernah ditemukan Diprotodon di daerah teritorial utara. Situs di zaman es wilayah Australia bagian utara sangat jarang ditemukan, kalaupun ada, jumlahnya sangat sedikit. Saya percaya ada kedatangan manusia pada sekitar waktu itu, namun belum diketahui waktu yang sigifikannya," tambah Yates.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger